Sambutan Ketua Umum Ikatan Sarjana Ilmu Kepolisian

Salam Presisi,

Sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Ilmu Kepolisian (ISIK), saya merasa bangga dan bersyukur atas diluncurkannya website resmi ISIK ini. Platform ini hadir sebagai jembatan sinergi, ruang gagasan, sekaligus refleksi dari komitmen kolektif kita dalam memajukan ilmu kepolisian dan mengabdi kepada bangsa dan negara.

Rekan-rekan sejawat dan pembaca yang terhormat,

Gelar sarjana yang kita sandang dari STIK – Lemdiklat Polri membawa tanggung jawab moral yang sangat besar. Kita semua menyadari bahwa ilmu kepolisian setinggi apa pun dapat menjadi bumerang bagi institusi jika tidak dibarengi dengan karakter yang kuat. Oleh karena itu, organisasi ISIK akan selalu berporos pada kompas moral yang sejati, yakni H2ID (Honor, Honesty, Integrity, Dignity).

Nilai-nilai inilah yang menjadi jati diri dan standar lulusan kita:

  1. Honor (Kehormatan) – Menjaga Marwah Diri dan Institusi: Sebagai insan Bhayangkara dan ilmuwan, setiap langkah kita diamati oleh rakyat. Mari kita selalu berpikir mendalam sebelum bertindak demi menjaga kehormatan Korps.
  2. Honesty (Kejujuran) – Berani Benar, Bukan Benar karena Berani: Kita berkomitmen menjaga kejujuran dalam tiga dimensi utama: pikiran, ucapan, dan tulisan, baik dalam dunia akademik maupun operasional.
  3. Integrity (Integritas) – Satu Kata, Satu Perbuatan, Satu Prinsip: Integritas adalah harga diri yang tidak digadaikan. Kita harus konsisten melakukan hal yang benar dalam setiap penugasan, menolak KKN, dan teguh pada prinsip keadilan.
  4. Dignity (Bermartabat) – Tegas dengan Hati, Wibawa dengan Empati: Kita memimpin dan melayani masyarakat dengan merawat harkat kemanusiaan, bersikap tegas namun humanis, serta berwibawa tanpa arogansi.

H2ID adalah cara kita mengabdi, berbicara, bertindak, dan memperlakukan sesama. Melalui website ini, saya mengajak seluruh anggota ISIK di mana pun berada untuk terus menggemakan nilai-nilai ini, memperkaya khazanah ilmu kepolisian, dan menjadi teladan bagi masyarakat.

Mari kita jadikan wadah ini sebagai ruang bertukar pikiran yang sehat, konstruktif, dan transformatif.

Terima kasih atas dedikasi tanpa batas rekan-rekan sekalian. Selamat mengabdi.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Ketua Umum Ikatan Sarjana Ilmu Kepolisian

Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si.

advanced divider

SEJARAH STIK-PTIK

Presiden Soekarno dan Gagasan Polisi Cendikiawan

Di tengah dinamika awal kemerdekaan, Presiden Soekarno menekankan pentingnya membentuk institusi kepolisian yang kuat dan berkarakter. Beliau menyatakan perlunya cendekiawan kepolisian anggota Polri yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga memiliki wawasan ideologis, sosial, dan budaya.

Menurut Soekarno, polisi harus mampu memahami konteks kehidupan masyarakat dan bertindak dengan kebijaksanaan, bukan semata-mata mengandalkan kekuasaan, pemikiran inilah yang menjadi landasan filosofis lahirnya pendidikan tinggi kepolisian di Indonesia.

Kapolri Jenderal Raden Said Soekanto dan Fondasi Kepemimpinan Polri

Sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pertama, Jenderal Raden Said Soekanto meletakkan dasar organisasi Polri yang profesional, berjiwa nasional dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kepemimpinannya, pendidikan perwira dipandang sebagai elemen strategis untuk membentuk Polri yang modern. Gagasan tentang perlunya perwira yang terdidik secara akademik menjadi pijakan awal penguatan pendidikan kepolisian menuju jenjang kendidikan tinggi.

Drs. R. Soepomo dan Lahirnya PTIK

Prof. Mr. Djokosoetono, S.H. merupakan tokoh penting dalam sejarah STIK-PTIK. Sebagai Guru Besar Ilmu Negara, Ketua Dewan Guru Besar PTIK dan Dekan PTIK periode 1954-1965, beliau berperan besar dalam memperkuat tradisi akademik serta pengembangan Ilmu Kepolisian.

Kampus PTIK di Jalan Tirtayasa Raya No. 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang ditempati sejak 1971 tercatat sebagai hibah dari Prof. Mr. Djokosoetono, S.H.

Selain beliau, sejarah PTIK-STIK juga diperkuat oleh para tokoh perintis lainnya, antara lain Broto Moerdokoesoemo, Bustami Aman, Djodjodirjo, Prof. Mr. Soenario Kolopaking, Sanjaya Widjaya, Prof. Dr. Prijono, dan Ki Hadjar Dewantoro.

Prof. Mr. Djokosoetono dan Pengembangan Ilmu Kepolisian

Pendidikan kepolisian mencapai tonggak penting ketika Akademi Polisi berkembang menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Pendidikan perwira Polri ini berawal dari berdirinya Akademi Polisi di Mertoyudan, Magelang pada 17 Juni 1946 yang kemudian berkembang secara instusional.

Melalui Surat Keputusan Perdana Menteri Nomor 47/FM/1950 tanggal 1 September 1950, Akademi Polisi secara resmi ditetapkan sebagai PTIK dan Drs. Soepomo ditunjuk sebagai Ketua Dewan Guru Besar pertama PTIK dan merancang sistem pendidikan berbasis Ilmu Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Kepolisian guna membentuk perwira Polri yang cendekia, profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Tentang Kami

Ikatan Sarjana Ilmu Kepolisian (ISIK) adalah wadah profesional yang menghimpun para alumni sarjana Ilmu Kepolisian sebagai satu kesatuan intelektual yang berkomitmen pada pengembangan ilmu, pengabdian masyarakat, serta penguatan profesionalisme kepolisian di Indonesia.

Kami hadir sebagai ruang kolaborasi, komunikasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi kepolisian serta pembangunan bangsa melalui pendekatan ilmiah, strategis, dan berintegritas. 

Peran dan Kontribusi

Sebagai komunitas intelektual, Ikatan Sarjana Ilmu Kepolisian berperan dalam:

  • Forum diskusi dan pengembangan keilmuan

  • Seminar, pelatihan, dan kegiatan peningkatan kapasitas

  • Publikasi ilmiah dan kajian strategis

  • Program pengabdian masyarakat

  • Penguatan jejaring nasional dan internasional

Kami percaya bahwa penguatan ilmu kepolisian merupakan fondasi penting dalam menciptakan sistem keamanan yang humanis, adaptif, dan responsif terhadap dinamika sosial.

Nilai - Nilai Kami

Integritas
Menjunjung tinggi etika, moral, dan tanggung jawab profesional.

Profesionalisme
Berkomitmen pada standar kompetensi dan kualitas kinerja terbaik.

Kolaborasi
Membangun sinergi lintas generasi dan lintas institusi.

Inovasi
Mendorong pemikiran kritis dan solusi berbasis ilmu pengetahuan.

Visi

Menjadi organisasi alumni dan sarjana Ilmu Kepolisian yang unggul, berintegritas, dan berperan aktif dalam pengembangan ilmu kepolisian serta peningkatan kualitas pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Misi

  1. Menguatkan solidaritas dan jaringan profesional antar sarjana Ilmu Kepolisian.
  2. Mengembangkan kajian, riset, dan inovasi di bidang ilmu kepolisian.
  3. Mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi anggota secara berkelanjutan.
  4. Berkontribusi aktif dalam pemikiran strategis bagi keamanan nasional dan ketertiban masyarakat.
  5. Menjadi mitra konstruktif bagi institusi dan pemangku kepentingan terkait.

Komitmen Kami

Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, Ikatan Sarjana Ilmu Kepolisian terus bergerak untuk:

  • Mengawal perkembangan ilmu kepolisian secara akademik dan praktis

  • Mendukung transformasi institusi menuju tata kelola yang modern dan terpercaya

  • Memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat